HUMBLE LEADER

By GC Jul 17, 2017

 

Stephen (49) adalah keturunan kesepuluh Thomas Twinning yang melahirkan teh Twinnings pada tahun 1706. Hingga kini Twinning menjadi teh no. 1 di dunia. Teh Twinning adalah teh satu-satunya yang diijinkan oleh Ratu Victoria untuk menggunakan emblem kerajaan Inggris. Dan Stephen adalah pewaris tahta kerajaannya Twinning.

Beberapa tahun yang lalu dalam acara coronation day selama 4 hari di Istana Buckingham untuk memperingati 60 tahun Ratu Elizabeth II bertahta. Stephen berpenampilan sangat sederhana dengan celemek merah layaknya pramusaji restoran. Terus terang, hal ini sangat berkesan, karena profil orang Inggris pada umumnya terutama kaum aristocrat yang kaya tidak begitu. Tidak ada pemimpin yang pada saat adanya perayaan, sibuk melayani tamu seperti pegawai rendahan mereka. Namun begitu, saya yakin bagi semua tamu. Teh yang disajikan Stephen merupakan teh terbaik sepanjang hidup mereka. Bukan hanya karena the itu diramu dan diseduh dengan sempurna, tapi karena the itu disajikan dengan penuh kasih sayang oleh sang pemilik business Stephen Twinnings.

Pemimpin yang melayani seperti ini sudah sangat jarang terlihat di muka bumi. Padahal ada tertulis : “Bila anda mau ditinggikan, anda harus selalu berada di posisi rendah. Sebab bagaimana mungkin anda akan ditinggikan jika berada di posisi tinggi ? Yang bisa adalah anda akan didiamkan di posisi itu atau direndahkan. Oleh karenanya Stephen Twinning merupakan contoh pemimpin yang luar biasa yang mau merendahkan dirinya, sehingga pada saat ia melayani seperti itu, ia diekspos di berbagai media dan namanya mencuat sebagai pemimpin yang melayani.

Ada 10 karakter dari seorang pemimpin rendah hati dan yang memiliki hati melayani :

  1. Mau mendengarkan orang lain sekalipun ia adalah karyawan yang terendah.
  2. Memiliki empati.
  3. Memiliki tingkat keasadaran yang kuat.
  4. Memiliki persuasi yang tinggi.
  5. Menyelsaikan masalah bukan menghindarai masalah.
  6. Visioner.
  7. Konsepsualisasi yang kuat dalam mencapai visi.
  8. Mengambil tanggungjawab.
  9. Komitmen yang kuat pada orang-orangnya.
  10. Membangun sinergi/komunitas.

“Find yourself in the service of others”. Mahatma Gandhi.

Have a GREAT day ! GC

BAGAIMANA AKU DAPAT MENGATASI DEPRESI ???

Depresi adalah salah satu masalah besar di dunia sekarang ini. Ia disebut sebagai penyakit flu emosional. Semua orang pada waktu tertentu bisa terkena depresi, bahkan orang-orang kudus terkenal mengalami depresi, dan Elia hanyalah salah satu contohnya. Elia adalah nabi Allah yang luar biasa. Selama tiga tahun ia menjadi penyambung lidah Allah untuk bangsa Israel, berbagai mujizat terjadi dan kebangunan rohani berlangsung atas bangsanya meskipun berada diantara para penyembah berhala. Tetapi satu orang yang tidak suka Elia adalah Izebel, ratu bangsa Israel. Ia adalah seorang wanita yang sangat jahat, Izebel membenci Elia, sebagian dikarenakan Elia memiliki pengaruh yang sangat besar. Setelah sebuah mujizat besar yang dibuat oleh Elia, suami Izebel, Raja Ahab, menceritakan kepada istrinya semua yang telah diperbuat oleh Elia. Ini membuatnya sangat marah dan menyuruh seorang utusan untuk menyampaikan pesan kepada Elia. “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu” (1 Raja 19:2). Maksud Izebel adalah, “jika aku tidak membunuhmu dalam waktu dua puluh empat jam, aku siap membunuh diriku sendiri.”

Inilah Elia yang tidak pernah merasa takut selama tiga tahun, dan sekarang ketika seorang wanita mengancam nyawanya, ia menjadi takut, lari ke padang gurun dan menjadi depresi (ay. 3-5). Ia tiba di sebuah pohon arar, duduk di bawahnya dan berdoa supaya ia mati. “Cukuplah itu! Sekarang ya Tuhan, ambilah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku.”

DEPRESI SEPERTI ELIA ???

Elia adalah kandidat utama untuk depresi. Ia lelah secara fisik, lelah secara emosional dan seseorang sedang mengancam nyawanya. Ia adalah keranjang buah emosional pada titik ini, dengan segala macam persoalan : ketakutan, sakit hati, rasa bersalah, amarah, kesepian dan kekhawatiran. Tetapi Allah berkata bahwa “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita” (Yak. 5:17). Ia memiliki persoalan yang sama seperti halnya kita, dan dalam kasus ini dia memiliki masalah depresi. Elia begitu depresi sampai ia siap untuk mati. Mengapa kita membiarkan diri kita masuk dalam kekacauan emosional seperti itu ? Karena cara berpikir yang salah. Faktanya adalah emosi-emosi kita disebabkan oleh pikiran-pikiran kita.

Jika anda berpikir negatif, anda akan merasa depresi. Emosi-emosi anda dipengaruhi oleh bagaimana anda menafsirkan kehidupan. Jika anda memandang kehidupan dari sudut pandang yang negatif, maka anda akan kecewa.

Jiak anda ingin lepas dari emosi-emosi negatif, anda harus mengubah cara berfikir anda. Alkitab berkata bahwa anda dapat diubah melalui pembaruan budi (Roma 12:2). Satu-satunya cara untuk anda dapat mengubah pikiran dan emosi-emosi anda adalah dengan mengubah cara berfikir anda. Untuk mengatasi depresi, anda harus mengoreksi sikap-sikap anda yang tidak benar berkenaan dengan kehidupan. Itulah sebabnya mengapa Yesus berkata bahwa ketika anda “mengetahui kebenaran…kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh. 8:32). Jika anda melihat berbagai hal dari sudut pandang yang benar, anda tidak akan depresi.