Perkembangan Sepanjang Tahun 1973 – 1990

Pada masa awal terbentuknya Gereja-Gereja Kristen Baithani ini, pelayanan secara administratif dan organisatoris belum tertata dengan baik, akan tetapi pola pelayanannya lebih mengarah pada dinamika pimpinan Roh Kudus. Hal ini berlangsung selama + 17 tahun. Sampai dengan tahun 1989, pelayanan Gereja-Gereja Kristen Baithani yang dimulai dari desa kecil di Nongkojajar – Pasuruan – Jawa Timur ternyata berkembang ke daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sumatera Utara sehingga jumlah jemaat (lokal) seluruhnya pada waktu itu berjumlah 27 jemaat.

Tidak ada yang dapat memahami kehendak Tuhan atas Ichwan Zacharia sebagai Ketua. Pada tanggal 10 Februari 1990, ia dipanggil pulang ke rumah Bapa di Sorga.

Pada sekitar bulan Juni 1990, diadakan Kongres Gereja-Gereja Kristen Baithani untuk pertama kali. Kongres ini diadakan dengan tujuan untuk memilih Pengurus Gereja-Gereja Kristen Baithani masa pelayanan 1990 – 1994 dan pada Kongres ini Pdt. Yohanes Thomas (Gembala Sidang GKB El Shaddai – Lodoyo, Blitar) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada,

di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Yohanes 12:26

Adapun susunan Pengurus Gereja-Gereja Kristen Baithani masa pelayanan 1990 – 1994 adalah sebagai berikut :

Ketua Umum             : Pdt. Yohanes Thomas

Ketua I                        : Pdt. Kornelius Darto.

Ketua II                      : Pdt. Andreas Soestono S.S

Sekretaris Umum     : Pdt. Paulus Djumani

Sekretaris                   : Pdt. Prihtono Tjatur Waluja

Bendahara Umum   : Ev. Soesilo Tenggara

Bendahara I              : Pdt. Theofilus Hendra Santosa

Bendahara II             : Pdt. Yusak Soeparno

Komisi-Komisi;

  1. PI & Pengembangan Jemaat:1. Pdt. Yusak Oscar Sumilat
  2. Pdt. Sijati Heri Puji Lestari
  3. Pdt. Obadja Anwar Rawan
  4. Anak dan Wanita : 1. Pdt. Caroline Thomas
  5. Tiurlyn Darto
  6. Linda Bernard
  7. Remaja dan Pemuda : 1. Briston Freddy Purba
  8. Ev. Henny Debora
  9. Pdt. A. Yahya Safari
  10. Musik dan Pujian : 1. Pdt. Paul Maoelekie
  11. Pdt. Revol Raymond Tombuku
  12. Pdt. Hosea Kusno
  13. Doa : 1. Pdt. Martanneus Adisutopo
  14. Pdt. Frans S. Oiladang
  15. Ev. Djumadi Efapras

Dengan pertimbangan keterlibatan secara historis atas perjalanan pelayanan dan pertumbuhan Gereja-Gereja Kristen Baithani, maka ditetapkanlah Paul I. Zacharia (putra dari Ichwan Zacharia) dan Pdt.DR. Petrus Octavianus sebagai sesepuh.

Pada periode inilah mulai diadakan pembenahan dan penataan di bidang organisasi dan administrasi, tentunya dengan tidak mengabaikan pimpinan Roh Kudus. Hanya dengan penyertaan Tuhan sajalah Gereja-Gereja Kristen Baithani mengalami pertumbuhan dan perkembangan sehingga sampai dengan bulan Juni 1994 jumlah jemaat (lokal) meningkat menjadi 45 jemaat yang berada di 7 provinsi.

Pada tahun 1994 diadakan Kongres II Gereja-Gereja Kristen Baithani. Dalam Kongres ini ada satu keputusan penting yang disepakati oleh para peserta Kongres, yakni adanya perubahan Anggaran Dasar mengenai pergantian nama lembaga gereja dari Gereja-Gereja Kristen Baithani (GGKB) menjadi Sinode Gereja Kristen Baithani (SGKB). Pergantian nama ini dimaksudkan agar lembaga gereja ini lebih siap dalam mengantisipasi perkembangan-perkembangan dimasa yang akan datang.